Minggu, 31 Maret 2019

Menyayangi Saudara



"Bunda, Lula mau naik mobil-mobilan."

"Hmm, itu mobilnya ga bisa jalan lo Dek. Ga ada remote-nya. Harus didorong. Bunda dorongin, tapi kalau Bunda capek, kita istirahat ya!"

"Oke Bunda!"

Dasar bocah, udah ada perjanjian lisan seperti itu, tetep aja saat emaknya angkat bendera putih, si bocah kekeh ga mau turun dari mobil-mobilan. Hadeeeh .... #tepukJidat

Tapi seperti ada cipratan ide dari Einstein saat si kakak mendekatiku. "Ahaaaaaaa!!!!"

"Kak, sama adek sayang kan?"

"He em! Sayang lah, Bun! Sama Bunda, sama Kakak juga sayang," jawab si kakak, si anak tengah (baca : kedua).

"Uhmm... kalau sayang sama adek, berarti boleh dong kalau adek dibikin seneng. Biar ga rewel gitu."

"Boleh aja, memangnya mau apa Bun?"

"Adek kan mau naik mobil-mobilan itu, Bunda capek dorongin. Boleh kan kakak sekarang yang gantian dorongin adek? Biar adek seneng gitu."

"Oh .. gitu doang? Okelah Bun!"

Alhamdulillllaaaaah ... leganya ...
Menanamkan konsep saling menyayangi ke anak-anak ternyata simpel. Cukup dengan bahasa dan contoh tindakan sederhana aja. Selain pelukan dan ciuman, anak-anak juga harus dipahamkan bahwa menyayangi itu, juga bisa dilakukan dengan tindakan "menyenangkan orang yang disayangi".

MasyaAllah ...

@institut.ibu.profesional
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika