Rabu, 03 April 2019

Bunda Gak Adil!!


"Bun, kenapa sih kalau minta tolong ke Kakak dan Shahia, mesti banyakan Kakak!" Sulungku protes.

"Maksud Kak Aksan gimana?"

"Kalau libur sekolah gini kan pasti kita kerjasama, ngerjain tugas-tugas rumah. Kakak sama Shahia juga angkatin jemuran sama lipetin jemuran. Kenapa sih Shahia selalu Bunda minta lipetin yang kecil-kecil doang? Kalo kakak, lipetin baju yang besar-besar terus juga lebih banyak? Bunda gak adil!" Aksan dengan nada sewot, nampaknya dia mulai gelisah dengan pembagian tugas rumahan yang dia rasa tidak adil baginya.

"Oke, jadi kakak merasa bunda ga adil gitu?"

Dengan wajah masam, dia menganggukkan kepalanya. Aku berdehem, menarik napas panjang. Sebenarnya aku berpikir bagaimana caranya menjelaskan pada si kakak. Lalu, di tumpukan pakaian yang baru diangkat dari jemuran, aku melihat sepasang gamis pink. Yang satu milik Shahia, anak keduaku. Dan satu lagi milik Nayura, anak bungsuku. Aku ambil dua gamis anak itu, lalu kuhamparkan di lantai.

Aksan dan Shahia nampak bingung melihat apa yang aku lakukan. Lalu aku menunjuk kedua gamis itu sambil berkata pada keduanya, terutama si Kakak.

"Gamisnya sama ga Kak?"

"Sama apanya? Warnanya? Kalau warnanya ya sama, pink. Bunda kan sengaja beliin kembaran Shahia sama Nayura," jawabnya.

"That's right! Memang sama warnanya, Sayang. Modelnya juga sama persis. Ukurannya sama juga ga?" tanyaku.

"Beda lah Bun! Punya Shahia lebih besar, punya Nayura lebih kecil," Shahia ikut nyeletuk.

"Ah, itu kakak juga tau," Aksan masih sewot merespon adiknya.

"Menurut kakak, bunda adil gak? Beliin baju Shahia dan Nayura, ukurannya beda? Kok ga sama sekalian ukurannya?" Aku masih fokus dengan Aksan.

"Ya adil lah. Masa kalau dibeliin ukurannya sama, kalau ukuran Shahia, Nayura kebesaran. Kalau ukuran Nayura, Shahia yang kekecilan. Ya memang harusnya belinya ukurannya beda." Aksan menjawab dengan lugas.

"Nah, adil itu demikian, Nak. Memberikan sesuatu sesuai dengan ukurannya. Kakak nglipet baju lebih besar dan lebih banyak, karena memang kakak juga lebih besar dari Shahia. Seperti halnya baju adek-adek kakak tadi. Warnanya sama, modelnya juga sama, tapi ukurannya beda, sesuai dengan usia dan ukuran badan mereka. Justru kalau bunda beliin yang sama semuanya, bunda ga adil, karena hanya salah satu yang bisa make bajunya, sedangkan yang lainnya ga bisa make karena ga sesuai dengan ukurannya. Jadi, kakak masih bilang Bunda enggak adil?"

"Ga Bun, kakak paham. Kakak minta maaf ya Bun."

Seketika langsung aku hujani dia dengan Peluk dan ciuman hangat. Kedua adiknya pun tersenyum, dan kurengkuh ketiganya dalam pelukanku.

Alhamdulillah ... hari ini anakku belajar "konsep adil". Semoga dia benar-benar memahami dan bisa menerapkannya dalam kesehariannya. Aamiin....



#hari4
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
#HessaKartika
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika