Kamis, 04 April 2019

Revolusi Industri 4.0 ~ Pendidikan Karakter




Pendidikan sudah seharusnya menganut konsep "memanusiakan manusia" di mana dalam konsep tersebut, masing-masing individu fokus pada mewujudkan potensi diri, hingga memberikan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat. 

Pendidikan menjadi alat kebijaksanaan manusia dalam berbangsa dan bernegara sudah bukan menjadi hal yang diragukan lagi. Membangun peradaban dari diri sendiri. Jika ingin merubah suatu negara, maka harus dimulai dari perubahan pada diri sendiri dulu.

Perkembangan baru di dunia teknologi dengan sebutan revolusi industri 4.0, memberikan tantangan bagi dunia pendidikan, dalam menyelaraskan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Meski dunia berkembang begitu pesat, namun pendidikan karakter berbasis kearifan lokal harus diperkuat. Agar budaya yang hadir di lingkungan masyarakat tidak tergerus oleh kecanggihan teknologi.




Pendidikan karakter di era revolusi industri 4.0 harus tercermin dalam sikap kemandirian, misalnya para pelajar.Kkreativitas dan inovasi baru dalam berbagai bidang seperti ekonomi kreatif harus terwujud dalam pendidikan karakter ini. Pelajar harus memanfaatkan kondisi perkembangan teknologi dengan berbagai kreatifitas yang dimilikinya. Dari bidang usaha bisa menjadi peluang yang besar dalam membangun kemandirian dirinya sendiri. Hal ini terkait dengan potensi serta passion yang harus segera "ditemukan" dalam diri sendiri.

Membangun potensi atau talent serta mengasah passion adalah jawaban pasti. Hal berikutnya adalah terkait dengan konsep diri positif yang kuat juga harus dibangun sejak usia remaja. 

Pendidikan karakter memang harus meliputi beberapa point penting dalam membangun potensi diri untuk bisa bersaing dengan bangsa lain. Karakter tersebut diharapkan menjadi kepribadian utuh yang mencerminkan keselarasan dan keharmonisan dari olah hati (kejujuran dan rasa tanggung jawab), pikir (kecerdasan), raga (kesehatan dan kebersihan), serta rasa (kepedulian) dan karsa (keahlian dan kreativitas).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika