Kamis, 04 April 2019

Secantik Bunda ...

"Bun, kalau udah beresin piring, gelas dan sendok yang dicuci Bunda ke rak piring, Shahia ngapain lagi?"

"Shahia udah buang sampah di dapur ke tong sampah di depan rumah, Nak?"

"Oh iya, betul Bun. Yang itu belum."

"Anak Bunda masyaAllah luarbiasa pinternya. Rajin juga bantuin bundanya. Sini ah, Bunda mau bayar dulu."

Shahia pun segera berlari ke arahku. "Bayaran" yang kukatakan padanya adalah sebuah pelukan hangat yang lama, serta beberapa ciuman di pipi kanan-kiri serta keningnya. Ketiga anakkua cukup paham, bahwa "bayaran" melakukan hal-hal baik adalah peluk dan cium dariku. Murah meriah ya... tapi begitulah, kami mengekspresikan kasih sayang tanpa ada rasa malu maupun gengsi!

Bahkan antara kakak dan adik pun, "bayar-membayar" dengan cara yang sama sudah jadi kebiasaan kami di rumah. Terutama kalau mereka sempat terlibat pertengkaran ala bocah, karena berebut mainan, buku atau pun jajanan, endingnya harus berdamai, dengan saling memaafkan serta dilengkapi dengan peluk dan ciuman sayang. Begitulah kami ...

Tapi, kali ini ada yang sedikit berbeda, selain memberi Shahia pelukan dan ciuman, aku mengambil gawaiku, menyalakan mode selfie, dan jepreeeet ... sekejap, terabadikan wajah kami berdua.

"Tuh liat, anak solihanya bunda yang cantik. Duh senyumnya masyaAllah ... secantik siapa sih?" Godaku sambil memberinya pujian tulus.

"Secantik Bunda laaaah ...." jawabnya sambil bibirnya merekah, senyuman lebar mengembang. Sekali lagi, dia memberiku ciuman mesra. "Sayaaaaaang bundaaaa ...." tambahnya.

Ah, hatiku meleleh. Dasar mamak baperan! Sesungguhnya, aku terharu, dan satu sisi hatiku lainnya bersyukur. Amanah yang Allah titipkan padaku ini sudah mampu mengekspresikan perasaannya. Pujian tulus untuk anak-anak memang merupakan stimulasi untuk merangsang anak berani mengungkapkan perasaannya juga. Alhamdulillah ...



#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika