Minggu, 28 April 2019

Siapkan Anak Mengikuti Jejak Rosulullah part #4

Pendidikan dalam Islam mengajarkan untuk mendidik anak secara mandiri dengan mengatur anak secara jarak jauh, maksudnya tidak selalu berada di dekat anak dalam konteks pengasuhan dan pendidikan.

Sesungguhnya Allah sudah berjanji bahwa DIA tidak akan membebani seorang hamba melebihi kemampuannya. Demikian halnya dalam mendidik kemandirian anak, sesungguhnya tidak ada yang sulit jika berpedoman pada firman-Nya serta sunnah Rosul-Nya.

Menurutku, kemandirian serta kebebasan yang bertanggungjawab merupakan dua unsur penting pembentuk generasi muda yang mandiri. Dalam arti mampu menyelesaikan urusan personalnya dengan kemampuannya sendiri.

Rosulullah membiasakan anak-anak mengemban tanggung jawab. Atas dasar itu, aku menyimpulkan pada usia 11 tahun, Aksan yang memang masuk usia pra remaja secara fitrah akan semakin sadar diri dan semakin fokus pada diri sendiri.

Pada usia ini tidak mengapa anak dibiasakan membersihkan meja makan, tidak mengapa juga jika ia diberi tanggungjawab membereskan kamarnya menjelang tibur dan setelah bangun tidur.

Harapanku, kelak Aksan akan menjadi penolong dan ringan tangan membantu orang lain, karena sudah terbiasa membantu bundanya sejak usia pra remaja.

Rosil bersabda : "Bermain-mainlah dengan anakmu selama seminggu, didiklah ia selama seminggu, temanilah ia selama seminggu pula, setelah itu suruhlah ia mandiri." (HR. Bukhari)

Dari hadist tersenut menunjukkan bahwa orang tua memiliki andil yang besar dalam mendidik kemandirian anak. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mendidik kemandirian memang harus setahap demi setahap.

Rosul sangat memperhatikan tumbuh kembang anak yang terkait dengan potensinya. Baginda Rosul senantiasa membangun sifat percaya diri dan mandiri pada anak, agar ia bisa bergaul dengan berbagai unsur masyarakat yang selaras dengan kepribadiannya. Nah, dengan demikian tentunya anak akan bisa  mengambil hikmah atau manfaat dari pengalamannya, menambah keyakinannya terhadap Allah sehingga hidupnya menjadi bersemangat dan keberaniannya bertambah.  Anak menjadi tidak manja. Karena, pada akhirnya nanti, masing-masing kita lah yang dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita perbuat di dunia, sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Mudasir : 38.

“tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika