Selasa, 07 Mei 2019

Menjadi Lelaki yang Bisa Diandalkan!


"Kak, alhamdulillah, Bunda dapet rezeki nih. Kita bisa beli kipas angin."

"Wah, alhamdulillah Bun."

Aku dan anak-anak memang belajar untuk lebih menyayangi alam. Kami sepakat tidak menggunakan pendingin ruangan. Hanya angin sepoi dari kipas angin lah yang biasanya membantu menyejukkan ruangan di dalam rumah kami.

Qodarullah, beberapa waktu lalu, kipas angin kami rusak. Ketika kutanyakan ke tukang reparasi, ongkos perbaikan dengan beli baru kok terasa tipis. Akhirnya, setelah dua bulan tanpa kipas angin, Allah memperkenankan aku membeli baru bulan ini.

Seperti biasa, beli kipas angin model stand tentunya dirakit sendiri di rumah. Sebenarnya bukan hal yang rumit sih, karena ada manual book, tinggal ikuti langkah-langkahnya saja. 

"Bun, sini Kakak aja yang bantu masang-masang."

"Emang Kakak bisa? Ini pakai obeng segala lo, Kak."

"Kakak coba ya Bun. Kakak ambil obeng dulu deh."

Tak lama dari dia mencari obeng di box peralatan, dia kembali di hadapanku. Dengan sigap, dia membaca buku panduan, lalu tangannya luwes memegang obeng.

"Bun, bantuin Kakak meganging yang ini, Kakak pasang ini dulu, lalu kencengin mur-nya dengan obeng."

"Hmmm, oke. Jadi Bunda cuma bantu megangin aja ya?"

Dia menggangguk dan kembali fokus pada kipas yang kini sudah berhasil berdiri di hadapannya. Tinggal memasang bagian kincir angin saja.

Sebentar kemudian, aku mengikuti aba-abanya, bagian mana yang kupegang dan kukaitkan. Kemudian Aksan mulai mengencangkan dengan obeng. Dan yap! Selesai!

Kipas angin sudah berputar-putar menggerakkan udara, menghasilkan angin sepoi-sepoi. Alhamdulillah, Aksan tumbuh menjadi sosok yang mandiri, menjadi lelaki yang bisa kuandalkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika