Selasa, 18 Juni 2019

ANAK GEMAR SEDEKAH, GAYA HIDUP PENUH BERKAH



Image result for mengajarkan anak untuk bersedekah


Sebagai bunda, aku banyak membacakan dan mengingatkan ayat-ayat Allah tentang keutamaan dan pentingnya bersedekah, di antaranya dapat dilihat di dalam Al-Qur’an Surat: Al-Baqarah (2) ayat 261, ayat 274, Al-Ahzab (33) ayat 35, Al-Hadid (57) ayat 18 dan lain-lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memberikan jaminan bahwa harta tidak akan berkurang dengan sedekah.

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (Terjemahan HR. Muslim).

Dalam hadits lain, diriwayatkan bahwa Asma` bintu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki harta kecuali apa yang dimasukkan Az-Zubair kepadaku. Apakah boleh aku menyedekahkannya?’” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersedekahlah. Jangan engkau kumpul-kumpulkan hartamu dalam wadah dan enggan memberikan infak, niscaya Allah akan menyempitkan rezkimu.” (Terjemahan HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bahkan kepada seorang wanita yang tidak memiliki kelapangan harta ataupun makanan, kecuali sedikit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memberikan motivasi untuk bersedekah dan tidak menahannya, terutama kepada tetangganya. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai wanita-wanita muslimah! Janganlah seorang tetangga meremehkan untuk memberikan sedekah kepada tetangganya, walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (Terjemahan HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Secara fitrah tidak seorangpun yang simpati kepada orang yang pelit dalam berbagi dan berderma selain dirinya sendiri. Karena itu Islam mencela orang yang memiliki sifat ini. Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan salah satu bentuk celaannya, yaitu mendapatkan do’a yang negatif dari malaikat.

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak satu hari pun dimana seorang hamba berada padanya kecuali dua Malaikat turun kepadanya. Salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Sedangkan yang lainnya berkata,“Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir”. (Terjemahan HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Anak ibarat kertas putih. Orangtua yang mengisinya. Bagaimana tulisan dan gambar yang tertuang, seperti itu anak akan menjadi. Bukan hanya sekolah dan guru, lebih dari mengajarkan, kertas anak seyogianya berisikan buah didikan. Mendidik supaya anak gemar bersedekah agar kelak masa depannya penuh berkah adalah salah satunya.

Anak-anak tidak memahami hakekat sedekah jika hanya dicontohkan memasukkan uang ke dalam kotak amal. Mereka tidak tahu kotak amal itu fungsinya apa, untuk siapa dan mengapa harus memasukkan uang ke dalamnya?

Oleh sebab itu, yang pertama aku lakukan adalah menanamkan rasa empati terhadap anak-anak yatim piatu serta kaum dhuafa terlebih dahulu. Aku yakin, dari rasa empati, barulah anak bisa paham mengapa ia perlu bersedekah. Empati berfungsi mendorong anak untuk menjadi pribadi yang peduli pada sesama. Selain itu, empati memudahkan seseorang untuk menjalin hubungan lebih baik dengan orang lain. 

Bulan Ramadhan yang lalu adalah sebuah moment yang sangat luarbiasa bagi anak-anak belajar secara langsung tentang empati dan sedekah. Aku dengan teman-teman majelis taklim mengadakan sesi buka bersama bersama anak-anak yatim piatu dari beberapa Panti Asuhan, serta secara langsung menyampaikan donasi ke beberapa Panti Asuhan dengan membawa anak-anak.

Mereka melihat secara langsung teman-teman seusianya yang tinggal di Panti Asuhan tersebut. Mereka melihat secara langsung bahwa ternyata banyak di luar sana yang sudah tidak memiliki orangtua, baik ibu maupun ayah, karena telah berpulang pada Allah SWT. Anak-anak juga mulai memahami makna puasa yang mereka jalani, bahwa itu adalah sebuah perintah Allah supaya kita semua merasakan kekurangan saudara-saudara kita. Bahwa banyak di antara kaum muslimin yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, khususnya makan dan minum air bersih. 

Beberapa rangkaian kegiatan yang sudah kami lakukan bersama di bulan Ramadhan ternyata benar-benar efektif dan sangat membekas. Bahkan si bungsu Lula, saat melihat kotak amal di masjid, langsung meminta uang padaku. 

Image result for mengajarkan anak untuk bersedekah

"Bunda, minta uang."

"Buat apa, Nak?"

"Buat nabungin di situ," katanya sambil menunjuk sebuah kotak amal.

"Lula mau nabung untuk Allah ya?" tanyaku, dan dengan segera dia menganggukkan kepala.




Alhamdulillah, Allah memudahkanku untuk memberikan pemahaman kepada anak-anakku tentang sedekah. Semoga kegemaran anakku bersedekah bisa istiqomah, dan senantiasa bergaya hidup penuh berkah. Aamiin ... 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika