Minggu, 23 Juni 2019

Syukur Tanpa Batas

"Bunda, Shahia kangen ..." Suara gadis kecilku terdengar tersedu saat aku menelponnya.

Ya, aku sedang menjalankan tugas di kota lain. Shahia nampaknya benar-benar rindu pada emaknya hingga menangis, bahkan dia enggak nafsu makan.

Ya Rabb .... hatiku gerimis. Akan tetapi, aku harus selalu membangkitkan kecerdasan spiritualnya dalam kondisi apapun.

"Nak, Bunda kan sedang kerja. Bunda sedang ibadah, menjalankan perintahnya Allah. Bekerja, menjemput rezeki. Harusnya kita banyak bersyukur, karena Allah memberikan rezeki. Shahia gak boleh nangis hanya karena kangen sama Bunda. Bunda juga kangen kok, kan baru satu malam loh. Bunda juga ga lama di Sidoarjo, besok luas sudah di rumah lagi. Nangis boleh, Nak. Tapi karena rasa syukur atau karena merasa bersalah atau berdosa, lalu minta maaf sama Allah sampai menangis."

"Iya Bun..."

Isakannya agak mereda.

"Shahia sekarang maem ya. Bersyukur. Tidak bole sampai sakit, karena tidak bersyukur, ada makanan tidak dimakan, itu namanya tidak bersyukur. Dan Allah tidak suka pada orang-orang yang tidak bersyukur. Mau disayang Allah kan?"

"Mau Bun ..."

"Makan ya, Nak ... sekarang. Bunda tutup dulu telponnya, Shahia makan."

Tak lama, notifikasi applikasi WhatsApp ku menerima foto, dia sedang makan dengan lahap. Alhamdulillah ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika