Kamis, 22 Agustus 2019

BELAJAR DARI DONGENG




"Bunda, Lula mau dibacain buku ini!"

Gadis kecilku itu menyodorkan sebuah buku tebal, bergambar peri pada covernya.

Aku tersenyum tipis. Hatiku berdesir haru. Alhamdulillah, akhirnya, salah satu motivasiku menulis buku bergenre anak diijabah Allah.

Sejak awal nyemplung ke dalam genre anak, motivasiku selain mendapatkan ridho Allah adalah, agar kelak anak-anakku membaca cerita anak yang ditulis oleh bundanya. Dan ... yap! Allah Yang Mahaluarbiasa, mengijabah doaku.

Beberapa buku antologi bergenre anak mengukir namaku sebagai kontributor, baik terbitan mayor maupun indie.

Bicara tentang mengembangkan minat baca pada anak merupakan hal yang sangat penting, karena dengan membaca, pengetahuan kita akan semakin bertambah. Untuk dapat benar-benar menikmati waktu saat membaca, tentu perlu adanya kecintaan terhadap kegiatan membaca itu sendiri.

Hal ini perlu ditanamkan pada diri kita sebagai orang tua, dan khususnya kepada anak agar mereka menyukai membaca sejak dini. Minat dalam membaca pada anak dapat dimulai melalui lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

Dalam lingkungan keluarga, meningkatkan minat baca tentunya dilakukan oleh orang tua. Banyak cara yang dapat dilakukan para orang tua untuk dapat menumbuhkan minat baca pada anak, salah satunya adalah dengan mendongeng. Mendongeng merupakan kegiatan mendengarkan cerita dengan cara yang menyenangkan serta dapat merangsang daya imajinasi dan kreativitas anak. 

Orang tua memang memiliki berperan penting dalam upaya mengembangkan minat baca pada anak. Salah satu cara mengajak anak untuk membaca adalah dengan cara mendongeng. Untuk mulai memperkenalkan dongeng pada anak dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Salah satu tempat terbaik untuk memulai kegiatan mendongeng adalah di rumah. Ketika anak dan orang tua berada di rumah tentu tidak banyak kegiatan yang dapat dilakukan selain berkumpul dengan keluarga, momen inilah yang dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk membacakan dongeng kepada sang anak. Karena diriku kurang pinter dalam bidang ini, maka yang bisa aku lakukan untuk Lula khususnya, adalah read a load. Membacakan buku berisi cerita dongeng dengan intonasi yang keras.

Saat di rumah pun anak akan merasa nyaman dan tenang sehingga anak akan memberikan perhatikan penuh pada cerita yang dibawakan. Metode yang diterapkan dalam mendongeng adalah metode bercerita, melalui metode tersebut anak akan menangkap isi cerita dengan cara yang menyenangkan serta mampu menangkap alur cerita tersebut dengan baik. Mendongeng tidak harus berpaku pada sebuah buku ataupun cerita yang itu-itu saja. Orang tua dapat mengeksplor dan menemukan inspirasi dalam mendongeng melalui cerita sehari-hari mulai dari cerita tentang makanan, hingga cerita tentang kehidupan sehari-hari.

Salah satu teknik mendongeng yang paling penting adalah dengan memilih cerita yang sesuai dengan umur anak-anak. Hal ini dikarenakan setiap anak memiliki pengalaman tentang dunia yang berbeda-beda sesuai umur mereka. Untuk anak usia balita 1-5 tahun, pilihlah cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya saja tentang makanan sehari-hari seperti cerita tentang pentingnya mengonsumi sayur dan buah untuk mereka. Orang tua juga dapat menceritakan hal-hal lucu dengan menggunakan hewan dan tumbuhan sebagai tokoh. Tentunya para orang tua harus menciptakan cerita yang menarik dan dapat menarik perhatian sang anak.

Berbeda untuk anak usia 6 tahun ke atas. Anak seusia ini dapat kita berikan cerita yang lebih bervariatif lagi mulai dari cerita rakyat, hingga cerita tentang patriotisme atau cinta tanah air. 

Bagaimana dengan anak yang sudah memasuki masa sekolah menengah atas? 
Apakah masih perlu kita membacakan dongeng? 
Jawabannya adalah tentu iya. Untuk anak seusia sekolah mengengah atas, orang tua dapat memberikan cerita yang insipiratif seperti cerita tentang motivasi.

Banyak jalan menuju literasi. Dan dari dalam rumah lah semua bermula.


#SalamLiterasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika