Jumat, 23 Agustus 2019

INSPIRASI TERLAHIR DARI BUKU






Mencintai buku bisa meraih apapun yang diinginkan. Itulah salah satu kalimat motivasi yang aku dengungkan ke telinga ketiga anakku. 

Alhamdulillah, meski tak bisa aku bilang "sukses" menyebarkan virus baca dan menulis kepada buah hatiku sendiri, tapi paling tidak, kini keintiman mereka dengan buku semakin erat dan mesra.

"Oke kak, sekarang saatnya kakak bercerita tentang isi buku 55 Tokoh Dunia." 

"Tapi Bun, boleh gak kalau pilih satu tokoh aja?"

"Boleh deh. Kakak mau pilih siapa?"

"Tulisan Bunda aja, tentang Benyamin Franklin."

"Hmm... oke deh, silakan."

"Benyamin Franklin adalah penemu penangkal petir, kacamata, odometer (pengukur jarak tempuh pada kendaraan) dan peralatan musik. Dia juga dikenal sebagai salah seorang Bapak Pendiri (Founding Father) dari negara Amerika Serikat. 

Benjamin pertama kali yang menemukan prinsip aliran listrik dan juga memberi tanda positif dan negatif untuk listrik. Dia kemudian melakukan percobaan yang membuktikan bahwa petir sebenarnya juga adalah listrik, dengan menerbangkan sebuah layang-layang pada saat badai. 

Percobaan terhadap listrik yang dilakukan oleh Benjamin, mengarahkan dia ke penemuannya, yaitu penangkal petir. Dia menulis bahwa konduktor (penghantar listrik) dengan ujung yang tajam memiliki kemampuan untuk menarik muatan listrik dan memiliki jangkauan penarikan yang lebih jauh dibandingkan dengan konduktor dengan ujung yang tumpul. 

Dia menyimpulkan bahwa pengetahuan akan hal ini ini bisa digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya tersambar petir, dengan memasang sebatang besi runcing seruncing jarum dan diberi lapisan anti karat, yang diarahkan ke langit, dan pada kaki besi, diikatkan dengan kabel yang menuju ke tanah. Penangkal petir ini akan menarik muatan listrik yang ada pada awan menuju ke tanah sehingga muatan yang ada pada awan tidak cukup untuk menimbulkan petir dan kilat."

Sumber gambar : http://www.ceritakecil.com


"MasyaAllah keren ya Kak."

"Iya, Bun. Kakak jadi kepengen jadi penemu apa gitu, Bun."

"Hmm ... ciptakan apa yang belum ada, yang jadi bidang kesukaan Kakak. Akan tetapi, inget, semua harus bermanfaat, dan terutama bisa membuat oranglain lebih taat. Bunda ada ide nih, Kakak kan suka nge-game. Ciptain aja tuh, game Islami gitu, perang Badar misalnya, lalu di game itu setiap waktu solat, ada suara azan. Dan kalau udah terdengar suara azan, secara otomatis game-nya akan sleep selama 30 menit. Jadi mau gak mau, si pemain game tadi kalau muslim, langsung wudhu dan solat."

"Wah, iya ya Bun. Ide Bunda keren deh ..."

"Siapa duluu doooonk ... Bunda Hessa ...."




Alhamduilllah, meski singkat, Aksan sudah mampu menceritakan apa yang dia baca. Karena sesungguhnya membaca bukan sekadar mengeja aksara, tetapi mendapatkan hikmah dari tulisan yang kita baca. 

#SalamLiterasi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika