Minggu, 25 Agustus 2019

KONFERENSI IBU PROFESIONAL 2019, BAGIAN SEJARAH PERGERAKAN PEREMPUAN!


Aku masih gagal move on dari hingar bingar KIP 2019. Masih tetap merinding setiap kali mengingat semua moment itu. 3 hari 2 malam yang mampu membuatku terus tercengang. Takjub, bangga, haru, menjadi lebih banyak bermuhasabah, hingga merasa ledakan semangat menyeruak dari dalam kalbu! "Dare to make a big dream!" Kalimat sakti itu terus mencuat di benak dan memenuhi otakku untuk merangkai impian-impian di masa depan.

Menjadi panitia KIP 2019, membuatku banyak belajar tentang kekompakan team. Menangis haru bersama mereka, karena syukur tak terkira. Allah lancarkan semua acara. Alhamdulillah ....

Sungguh nikmat yang tak ternilai menjadi bagian dari konferensi, menimba ilmu dari para ahli. Jajaran wanita hebat yang menjadi nara sumber, Ibu Septi, Ibu Sumitra, Ibu Noor Lisnani, Mbak Made, Ibu Tri Mumpuni, Mbak Elsy, Mbak Uswah, Mbak Efi, Mbak Indah Laras, Mbak Puspa, Mbak Restu, Mbak Puri, Mbak   serta 3 bapak yang tak kalah memukau, Ustaz Yazid, Pak Adi dan Pak Dodik.






Hari kedua, mewakili KLIK IP  Semarang bersama Mbak Marita juga menjadi bagian yang mendebarkan. 

Banyaknya apresiasi terhadap KLIK, bahkan beberapa secara personal menyampaikan ketertarikan dan ingin melakukan hal yang sama di regionalnya membuatku trenyuh.


Datang ke KIP atas izin dan ridho-Nya, bukan hanya menjadi bagian dari "saksi sejarah", namun juga menjadi bagian dari "pelaku deklarasi" konferensi membuatku benar-benar bersyukur. 



Allah pertemukan dengan orang-orang hebat, maka aku yakin, Allah sesungguhnya ingin supaya aku menjadi lebih bermanfaat seperti mereka


.





Tak ingin meninggalkan Jogja tanpa jejak. Sebelum kembali ke Semarang, aku dan beberapa teman mampir ke Mata Aksara, salah satu nara sumber KIP. Pak Nuradi dan Bu Heni menyambut dengan hangat. Bincang santai di Taman Baca Mata Aksara, ngulik aktivitas apa saja yang diadakan di sana, lebih intim dengan pasangan inspiring ini menguras informasi tentang literasi.

Takjubku benar-benar tidak terkendali. Keduanya bercerita tentang segala perjalanan hingga berada di titik ini. Keduanya mewakafkan waktunya untuk dunia literasi. MasyaAllah ....
Barakallahu Pak Adi dan Bu Heni sekeluarga, batinku tak lepas dari doa untuk keduanya.



Segalanya tentang KIP tak mampu terlukiskan hanya dengan kata-kata. Bahkan pemilihan diksi indah pun tak mampu menggambarkan segala perasaan syukur yang tertumpah ruah saat aku mengingat kembali, betapa HTM untuk acara ini "SANGAAAATT MUUURAAAAHHH!!"

Konferensi Ibu Profesional merupakan inisiator serta inspirator! Deklarasi yang dibacakan secara langsung oleh Ibu Septi, founder Ibu Profesional meluluh lantakkan jiwa, membakar gelora semangat baru. 

Dua tahun lagi, jadilah saksi sejarah temans!!
Karena dua tahun lagi, Konferensi Perempuan Indonesia akan kembali diselenggerakan, bukan lagi oleh kami, panitia KIP 2019, akan tetapi kalianlah yang akan menjadi bagian menjadi tim sukses penyelenggaraan Konferensi Perempuan Indonesia 2021!!!


#SalamPerubahan












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika