Kamis, 22 Agustus 2019

PILIH SENDIRI BUKUMU, NAK!




"Sudah milih buku untuk dibaca hari ini?"

"Uhm .. belum Bun. Boleh gak sih, kalau kakak milih yang ini (sambil menunjuk salah satu antologiku bergenre anak, tentang petualangan mencari harta karun)."

"Boleh dong, bebas lah milih yang mana aja, seperti biasanya," jawabku.
"Tapi yang ini tebeeeeel loh, Bun! Enggak sanggup deh kalau kakak hanya dikasih waktu satu minggu."

Aku melirik sekilas buku yang dia pilih, dengan ketebalan yang fantastis untuk ukuran buku anak, memang bener sih, dia enggak mungkin melahap itu dalam kurun waktu sepekan!

"Oke, Nak. Gak papa, pilih sendiri bukumu dan pertanggungjawabkan seperti biasanya ya. Ceritakan kembali pada Bunda, beberapa kisah petualangan yang ada di dalam buku tersebut. Lalu, kakak coba cari, apa sih hikmah dari cerita itu."

"Oke Bun!"



***



Sekelumit percakapan hari ini. Aku selalu berupaya mereka bebas memilih buku mana yang ingin dibaca. Terutama kalau anak-anak sudah ada ketertarikan di rak yang memang khusus memajang buku-buku genre dewasa, baik fiksi, faksi maupun non fiksi, tetap harus melalui dua tahap filter, yaitu filter pertama "Mata Emak" dan filter kedua "Gerakan Kepala Emak" (mengangguk atau menggeleng).

Kata pepatah "Buku adalah jendela dunia". Kita dapat menjelajah dunia melalui buku. Oleh karena itu, mengajarkan anak mencintai buku sejak dini sangat penting untuk dilakukan karena buku merupakan gerbang ilmu pengetahuan.

Berdasarkan penelitian Connecticut State University bertajuk "World Most Literate Nations" tahun 2016 yang menyurvei tentang kegemaran membaca, menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat dua terbawah yaitu di peringkat 60, persis di bawah Thailand (59) dan berada di atas Bostwana (61). Sedangkan menurut UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Itu artinya dari 1000 orang Indonesia hanya ada satu yang rajin membaca.

Dari hasil penelitian di atas, menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia masih sangat minim.

Aku sebagai orang tua merasa berkewajiban untuk menumbuhkan minat baca pada anak agar kelak Indonesia tak lagi berada di dua urutan terakhir. Berbagai macam cara yang biasa aku lakukan untuk meningkatkan minat baca anak, antara lain:


1. Memberikan contoh pada anak

Anak biasanya mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Agar anak suka membaca, orang tua wajib mencontohkan dengan rajin membaca juga.



2. Maksimalkan penggunaan gawai

Di zaman yang serba modern ini tentu anak tak lepas dari gawai. Maksimalkan penggunaan gawai untuk mengakses bacaan lebih banyak lagi. Mengarahkan anak untuk bijak menggunakan gawainya, meskipun aku memberikan "jatah" anak-anak memegang gawai hanya di akhir pekan bukan berarti lalu ada aksi "balas dendam" bermain gawai tanpa kebermanfaatan yang jelas.



3. Meluangkan waktu untuk membacakan buku

Membacakan buku pada anak-anak dengan suara lantang dan rutin ini memiliki efek luarbiasa. Berdasarkan penelitian, kegiatan tersebut berfungsi untuk mengembangkan pemahaman membaca anak, pemenggalan kata, dan menambah kosa kata secara signifikan. Baik itu pada anak dalam usia belum sekolah maupun anak yang sudah sekolah. Hal itu akan membuat mereka berkeinginan untuk membaca dengan sendirinya.



4. Mengajak anak ke toko buku dan perpustakaan

Sesekali kita perlu mengajak anak pergi mengunjungi toko buku atau perpustakaan. Biarkan saja anak memilih buku yang disukai. Tugas orang tua adalah memberi dorongan pada anak untuk menjadikan toko buku dan perpustakaan tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi.



5. Memberikan buku bacaan yang sesuai dengan usia anak

Sebagai orang tua kita harus bisa menjadi filter, mengawasi bacaan anak. Secara perlahan pula, kita bisa meningkatkan level bacaan anak sesuai dengan umurnya. Selain itu, kita juga perlu mendampingi anak selagi membaca.



6. Mendorong anak untuk bercerita setelah membaca

Setelah selesai membaca, aku meminta anak-anak menceritakan kembali buku yang dia baca. Aku juga biasanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana sesuai isi buku. Hal ini agar anak tak hanya sekadar membaca, tapi juga memahami apa yang dibacanya.



7. Memberi reward pada anak

Setelah anak-anak berhasil menyelesaikan bacaannya, aku juga memberi reward sebagai bentuk apresiasi serta untuk memotivasi agar mereka lebih giat membaca.



8. Membuat suasana menyenangkan dan nyaman

Anak mempunyai tingkat konsentrasi yang pendek, perhatian mereka mudah teralihkan. Jadi, aku menggunakan cara-cara yang menyenangkan dan nyaman untuk mengajari anak membaca, seperti belajar membaca dengan bermain. Bermain tebak gambar, dan sebagainya.



9. Jangan memaksa anak!

Memaksa anak dalam bentuk apapun, akan dianggap hal yang tidak menyenangkan sekaligus mengancam. Anak biasanya cenderung berusaha menghindarinya. Inilah yang kemudian menjadikan anak malas membaca.



10. Membuat perpustakaan keluarga

Kita dapat membuat perpustakaan sederhana di rumah. Aku mengumpulkan buku anak dalan lemari atau rak buku yang mudah dijangkau oleh mereka. Aku juga mengajak anak-anak untuk ikut menyusun bukunya. Semakin dekat dengan buku, membuat anak semakin suka membaca.


***


10 cara yang sudah aku terapkan di atas bertujuan meningkatkan minat baca anak-anakku. Semoga bermanfaat. Selamat mencoba temans!



#SalamLiterasi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika