Kamis, 26 September 2019

Tak Sekadar Aliran Rasa #GameLevel6


Berkaitan dengan menstimulasi logika Matematika memang cukup menguras otakku waktu pertama kali game level ini diluncurkan. Apalagi saat melihat beberapa teman di kelas Bunsay #5 Jateng sudah setor tantangan mereka.

Hmmmm ... jadwal kegiatan offline yang memadat pun menjadi tantangan luarbiasa yang harus mampu aku lompati! Motivasi dalam diriku senantiasa terbakar. Allah pasti sudah mengatur semuanya, DIA yakin kalau aku akan mampu menyelesaikan T10-ku di level ini (meski dengan susah payah, #rapelan).

Logika Matematika yang awalnya aki pikir hanya berkaitan dengan angka, ternyata salah besar. Mengelompokkan jenis bangun datar, mengelompokkan warna serta sekadar berbincang tentang uang pun sesungguhnya sudah menerapkan logika Matematika. 

Yap, sesimpel itu ternyata. Lula dengan gaya bocahnya yang mulai mengenal warna, mengelompokkan warna, bentuk bangun yang sama, serta mengenal angka dan menuliskannya. 


Shahia di level lebih tinggi, memang Matematika baginya sudah sebuah rumus. Shahia menikmati Matematika dengan berhitung. Pertambahan dengan angka yang semakin besar, kemudian mengenal konsep pembagian serta perkalian. Membagi jajan miliknya misalnya, secara sederhana Shahia belajar pembagian. Beda hal dengan Aksan. Konsep lebih matang, ternyata sulungku itu lebih menyukai menghitung nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah. 

Semua yang aku alami ternyata memang bukan sebuah kebetulan. Proses belajar dengan anak-anak terkait menstimulasi logika Matematika mereka nyatanya Allah sangat berperan di sana.

Contohnya saat aku bingung di awal merumuskan apa yang akan aku tulis untuk memulai tulisanku tentang game ini, qodarullah Shahia mendapatkan PR dari sekolahnya (tumben bener anak ini ada PR, sekolahnya yang fullday memang tidak biasa memberikan PR untuk anak-anak, kecuali untuk mengisi liburan supaya tidak terlalu terbuai kegiatan yang tidak ada faedahnya). Saat aku lirik PR-nya, ternyata sudah masuk bab pembagian sederhana.
Jadilah emak mulai mencari cara, bagaimana dengan kalimat sederhana pula memahamkan gadui 7 tahun ini. Mulai dari memberikannya pemahaman sederhana dengan contoh berbagi jajanan, hingga benar-benar melibatkan angka serta runtutan cara pembagian dengan metode "porogapit".

Sejurus dengan tantangan game level #6 ini, di hari lain, Aksan yang tidak sengaja menemukan uang asing di dompetku mulai kepo. Aksan terus saja bertanya tentang perbandingan mata uang Brunei dan Vietnam yang dia temukan tersebut. Kami pun terlibat obrolan ringan dan sesekali membuka aplikasi kalkulator di smartphone untuk menghitung nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah.

Perhitungan ringan tentang rupiah dan beberapa mata uang asing nampak begitu asik bagi Aksan. Dia mulai menghitung sendiri untuk mata uang laiinya, Euro, Dollar Singapore, Dollar Amerika, Yen Jepang, dan sebagainya. 

Nayura a.k.a Lula si bungsu, qodarullah beberapa hari selalu buku aktivitas yang berkaitan dengan angka yang dia pegang. Mulai dari aktivitas menebalkan tulisan angka tersebut, mewarnai angka hingga mencocokkan angka dengan jumlah benda yang ada dalam gambar kotak di buku tersebut. 

Allah begitu luarbiasa mengatur skenario-Nya untukku. DIA tidak membiarkanku buntu ide! MasyaAllah ... 

DIA tunjukkan segala bentuk aktivitas anak-anakku yang berhubungan dengan logika Matematika lebih dari 2 pekan ini. 
Nikmat manalagi yang bisa aku dustakan??

Alhamdulillah ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika