Selasa, 17 September 2019

ITUNG KURS YUK!



"Bun, ini uang apa sih?" Kak Aksan menemukan beberapa lembar dollar sisa perjalananku ke luar negeri beberapa waktu lalu.

"Oh, itu Dong, Nak. Mata uang Vietnam." Aku menjawab sesaat setelah melirik apa yang dipegangnya.

"Kalau yang ini?" tanyanya lagi lebih antusias.

"Hmm... itu dollar Brunei."

"Loh, memangnya Bunda pernah ke Brunei?"

"Belum sih, tapi mata uang Brunei itu bisa dipakai di Singapura. Jadi saat Bunda ke Singapura dulu, selain bawa dollar Singapura, Bunda juga bawa dollar Brunei itu, Nak."

"Oh gitu ya .... Bun, 1 dollar Singapura berapa rupiah?"

"Kita googling yuk, itung kurs."

"Kurs itu apa sih?"

"Kurs itu nilai tukar mata uang, maksudnya sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap pembayaran saat kini atau di kemudian hari, antara dua mata uang masing-masing negara atau wilayah." 

"1 Rupiah itu = 1,652 Dong, Nak. Rupiah masih lebih tinggi nilainya dibandingkan Dong."

"Kalau 1 dollar Singapura berapa rupiah Bun?"

"Sekarang ini, 1 dollar Singapura setara dengan 10,167 rupiah. Rupiah lebih rendah nilainya dibanding dollar Singapura, Nak."

"Kalau dollar Brunei nilainya hampir sama ya dengan dollar Singapura? Makanya bisa dipakai ya Bun di Singapura?"

"Betuuulll banget, Nak! Pinter anak Bunda!"

"Nah, coba kakak itung deh. Anggap saja 1 dollar Singapura itu 10,000 rupiah. Kalau itu Bunda punya 5 dollar Singapura, berarti sama dengan berapa rupiah hayo?"

Sejenak dahinya berkerut, lalu dia mengambil kertas. Mencorat-coret dengan seksama, lalu berbinar matanya menjawab, "50,000 dong Bun!"

"Iiiih udah hebat ya. Coba kalau Dong Vietnam. Anggap aja 1 rupiah itu 1,500 Dong, biar itungnya lebih mudah. Kalau Bunda mau nuker 10,000 rupiah, akan dapet berapa Dong hayo?"

Dia nampak kembali mencorat-coret kertas, dengan serius dia menghitung. Tak lama dia menjawab dengan nada agak ragu, "Kayanya sih 15,000,000 Dong ya Bun? Bener ga?"

"Bener Sayang. Hebat, Kakak udah bisa ngitung kurs!"


***



Diskusi ringan sore itu tak kusadari bahwa kami sedang bermain logika matematika. Aksan bahkan sudah mulai mengenal kurs setelah tanpa sengaja menemukan uang asing yang masih kusimpan. 

Memang belajar itu bisa dari mana saja, kapan saja, dengan metode dan alat apa saja, bahkan dengan siapa saja.

Terus semangat belajar ya, Nak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika