Sabtu, 28 Desember 2019

#10 : JADI, APA CITA-CITAMU?



"Wah, buku baruuuu!!!" Shahia menyerbu paket yang baru saja datang.

"Buka dulu yuk! Minta tolong ambilin gunting atau cutter dong, Kak Shahia." Aku meminta bantuannya untuk mengambil peralatan guna membuka kardus besar yang baru saja mendarat di teras rumah kami.

Beberapa judul buku terbitan Pejuang Literasi sampai di pangkuanku. Dua di antaranya genre anak. SHahia dengan mudah mengenali kalau buku-buku itu adalah genre anak dari covernya yang memang ramah anak banget.

Aku dan Cita-citaku volume #1 dan volume #2. Keduanya memiliki cover yang memang anak-anak banget. Beberapa ilustrasi di dalamnya pun apik. 

Jatah satu eksemplar masing-masing judul pun kuserahkan ke Shahia, royalti untuk anak-anakku yang selalu memberiku dukungan dan ide untuk berkarya.

"Aku dan cita-citaku." Shahia membaca judul buku itu.

"Ini cerita anak-anak dengan cita-cita mereka. Kak Shahia mau jadi apa kalau sudah besar? Coba dicari di buku ini, ada gak ya cita-cita yang sama dengan Shahia?" Aku mencoba mendorongnya untuk membaca buku itu.

Shahia tiba-tiba mengambil seperangkat mainan edukasi yang aku pernah belikan untuknya dan Lula. Boneka tangan dengan beberapa profesi, lengkap dengan papan mainannya. Shahia dengan ide kreatifnya sendiri, membongkar boneka-boneka itu, sambil membaca deretan kalimat di daftar isi buku cerita anak bertajuk "Aku dan Cita-citaku volume #1" dan "Aku dan Cita-citaku volume #2". 

Kulirik, dia mulai asik membaca, serta bermain dengan boneka tangan yang memang sesuai dengan cerita di buku itu. Setelah lelah membaca, dia nampak asik bermain peran dengan jemarinya penuh boneka kecil-kecil itu. 

"Ceritain dong, kalau dokter itu ngapain aja?" Aku ikut nimbrung di dekatnya.

"Nih, Shahia bacain yang tentang dokter ya, Bun. Dokter tuh pakai jas kaya gini," jemarinya yang sedang memainkan peran dokter dia majukan ke arahku. 

Aku manggut-manggut menurut dan mendengarkan saja apa yang dia ceritakan, tentunya sebagian besar dari membaca buku yang baru saja dia terima itu.

Jadi, apa cita-citamu? Mainkan peran yuk!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika