Selasa, 03 Desember 2019

#6 : KESEHATAN adalah REZEKI






"Bun, badan Shahia rasanya enggak enak," keluh anak keduaku.


Sebenarnya aku sedikit gugup setiap anak-anakku mengeluh sakit. Tapi aku selalu ingat, bahwa rasa sakit itu adalah atas izin Allah. Bisa jadi sebagai pengingatku sebagai bunda, mungkin kurang bisa menjaga amanah-Nya dengan baik, sehingga anak-anak merasa sakit.

Atau bisa sebagai bentuk ujian, buatku dan anak-anak, supaya lebih belajar sabar, serta memaknai kesehatan dengan banyak bersyukur.


"Bismillah, ga papa, Nak. Allah sedang ingin Shahia belajar mensyukuri saat sehat. Makanya, maem gak boleh telat. Bobok ga boleh terlalu malam." Aku mencoba menenangkannya.


"Kesehatan itu juga rezeki loh. Rezeki itu bukan hanya uang. Syukur nikmat dilakukan dengan hati, lisan dan anggota badan. Syukur hati dilakukan dengan cara meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Dzat yang memberi kita kesehatan. Syukur lisan dilakukan dengan cara mengakui kenikmatan tersebut dan melafalkannya serta memuji Allah Ta’ala, misalnya dengan mengucapkan alhamdulillah. Nah, syukur dengan anggota badan dilakukan dengan mempergunakan nikmat kesehatan itu dalam perkara-perkara ketaatan dan menghindarkannya dari kemaksiatan. Misalnya, tidak boleh berbohong, membantah orangtua, dan sebagainya. Manfaatkanlah masa sehat, sebelum datang masa sakit. Allah suka dengan orang-orang yang semangat dalam menjalankan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat di saat sehat."


Shahia terus mendengarkan aku mengoceh dengan seksama.


"Tapi, saat sakit, lalu kita ikhtiar periksa ke dokter. Sakit Shahia juga sebagai cara Allah menyampaikan rezeki untuk Pak Dokter. Sakitnya Shahia juga bisa menjadi jalan penebus dosa."


"Kok bisa Bun?"


"Iya, saat Allah sedang uji dengan rasa sakit, kalau Shahia bersabar, maka Allah menghapuskan dosa-dosa Shahia. MasyaAllah ..." 


Saat anak sedang diberi nikmat sakit, itu bisa menjadi salah satu cara mereka belajar menghargai masa sehatnya. Nikmat sehat merupakan salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan oleh Allah Ta’ala kepada kita. Dengan nikmat ini, yang termasuk di dalamnya nikmat hidup, anak-anak dapat melakukan berbagai aktivitas dengan nyaman mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur bahkan selama tidur itu sendiri.



Aku berusaha memberikan pemahaman bahwa dengan nikmat sehat menempel di badan kita bisa mendapatkan nikmat-nikmat Allah yang lainnya. Seperti halnya kita bekerja keras untuk mendapatkan rezeki harta, jabatan, kekuasaan dan eksistensi.

Semua itu dapat kita capai dan peroleh ketika kita masih mempunyai nikmat sehat secara jasmani dan rohani. Maka dari itu aku mengingatkan anak-anak agar selalu bersyukur dan menjaganya dengan baik. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika