Selasa, 14 Januari 2020

Kenapa Harus Bersama?


Saat bersama, sedih menjadi sirna
Saat bersama, duka berganti ceria
Saat bersama, terlahir lah karya
Saat bersama, bagai kertas dengan pena


Sepenggal asa masih tersisa, di sela reruntuhan harapan yang tak lagi menerpa. 
Sepi yang terasa sejak sekian purnama, memang tak bisa menghapus sekian dalam kenangan yang pernah ada.

Keriuhan dan kehangatan ruang virtual tempat belajar para pengelana aksara dan pencinta kata berkumpul, haruskah hanya menjadi "sejarah"?
Sejarah yang hanya dikenang ... 
Sejarah yang hanya dilewati masa berikutnya ....

Kali pertama merasakan ghiroh belajar, antusias berbagi informasi, bahkan mencetak karya buku, bukan hanya satu! Melainkan dua buku dalam satu tahun!
Sebuah prestasi dan bukti kesungguhan belajar bersama. Mendewasakan diri dan menulis pengalaman inspiratif dalam sebuah buku.

Aku, sungguh berharap, rumah belajar ini tetap ada. Bukan hanya kegiatan online, melainkan juga kegiatan offline. Menyuarakan literasi yang dianggap lesu!

Sesungguhnya, menulis itu seperti mengayuh sepeda. 
Jika berhenti, maka kita akan terjatuh. 


Rumah Belajar Literasi Media di IP Semarang adalah wadah berkumpulnya para pengayuh sepeda. Berhenti sejenak untuk minum kopi dan diskusi, sehingga bisa kembali bersemangat saat mengayuh sepeda. Kebersamaan memberikan kumparan energi yang besar. Sehingga bersepeda bersama-sama tentu menjadi lebih menyenangkan, daripada hanya sendirian!


#SaveRumbelLM
#IbuProfesionalSemarang
#SemestaKarya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.


Salam kenal,


Hessa Kartika